ADs

Showing posts with label Signature. Show all posts
Showing posts with label Signature. Show all posts
Sony mengumumkan bahwa Jack Trettonpresident dan CEO dari Sony Computer Entertainment America akan mengundurkan diri dari posisinya terhitung mulai 31 Maret 2014. Dikatakan bahwa penguduran ini adalah "hasil kesepakatan bersama antara Tretton dan SCEA untuk tidak memperbaharui perjanjian kontrak."
Jack Tretton
"Bekerja di SCEA selama 19 tahun ini telah menjadi pengalaman yang sangat bermanfaat untuk karir saya," ujar Tretton. "Meski saya akan kehilangan tim berbakat di SCEA dan semangat yang setiap hari diperlihatkan oleh fans kami, saya benar-benar tidak sabar untuk memulai bab baru dalam karir saya. Saya ingin mengucapkan terima kasih untuk semua karyawan, rekan, dan konsumen atas komitmen mereka kepada brand PlayStation dan tentunya, untuk fans kami yang sudah mendorong kami ke tingkat baru dalam hiburan dan inovasi selama dua dekade ini. Saya tinggalkan PlayStation pada posisi yang cukup kuat dan masa depan hanya akan semakin cerah bagi PlayStation Nation."
Shawn Layden, yang saat ini adalah executive vice president dan COO dari Sony Network Entertainment International, akan menjadi president dan CEO Sony Computer Entertainment America baru mulai 1 April 2014. Layden sudah bersama grup PlayStation selama 15 tahun, merupakan salah satu pendiri dari SNEI dan mantanpresident Sony Computer Entertainment Japan. Karirnya di Sony juga meliputi delapan tahun di SCE Worldwide Studios dimana ia menjadi director untuk international software development.
"Ini adalah suatu kehormatan dan keistimewaan untuk bergabung dengan Sony Computer Entertainment America dan menjadi bagian tim yang memimpin generasi terbaru dari gaming dan entertainment," ujar Layden. "SCEA berkomitmen untuk menghadirkan terobosan pengalaman bermain game yang menginspirasi fans dan melebihi ekspektasi terliar mereka. Seperti yang diperlihatkan PS4 pada kita setiap hari, Tidak ada waktu yang lebih tepat lagi untuk menjadi bagian dari komunitas PlayStation dan saya menantikan untuk bekerjasama dengan rekan ritel, pengembangan, penerbit, dan jaringan kami untuk terus menunjukkan kenapa PlayStation adalah tempat terbaik untuk bermain."
Andrew House, president dan group CEO dari Sony Computer Entertainment America juga menyampaikan ucapan perpisahannya.
"Saya sudah bekerja bersama Jack dalam waktu hampir dua dekade dan saya ingin menyampaikan terima kasih secara langsung kepadanya atas kepemimpinan dan kontribusi yang telah diberikannya kepada bisnis SCEA danbrand PlayStation selama ini. Saya mendoakan yang terbaik untuk masa depannya," ujar House. "Saya juga ingin menyambut Shawn ke dalam tim Sony Computer Entertainment America. Saya sangat yakin dalam kemampuan Shawn untuk memimpin, dan pengetahuannya yang sangat dalam tentang industri game serta komitmen kepada gamers, akan membantu PlayStation berada di posisi terdepan dalam entertainment dan gameplay inovatif."
The New York Times melaporkan bahwa Disney Interactive telah memberhentikan kurang lebih 700 karyawannya, atau sekitar seperempat dari total tenaga kerjanya. Pemberhentian ini terjadi karena restrukturisasi perusahaan.
Disney Interactive
"Disney Interactive telah menggabungkan beberapa lini bisnis sebagai usaha untuk memfokuskan divisi tersebut pada produk digital berkualitas tinggi yang efisien," ujar juru bicara Disney. "Sebagai hasil restrukturisasi, kami telah mengurangi jumlah tenaga kerja kami. Langkah ini memang sulit tetapi penting untuk strategi jangka panjang kami yang berfokus pada keuntungan berkelanjutan dan inovasi."
Menurut laporannya, pengurangan tenaga kerja terbanyak terjadi pada Playdom, divisi yang berfokus pada gameonline gratis, seperti Disney City Girl, Marvel Avengers Alliance, dan Pirates of the Caribbean: Isles of War.
Tahun lalu, veteran Star Wars Galaxies dan Ultima Online meninggalkan Disney Interactive dan Playdom. Sedangkan mantan CEO Playdom dan co-chairman Disney Interactive, John Pleasants, mengundurkan diri di akhir tahun lalu. Disney membeli Playdom pada tahun 2010 dengan harga $763,2 juta.
President Disney Interactive, James A. Pitaro, mengatakan bahwa perusahaannya akan berfokus pada prioritasmobile dan "core."
"Kami tidak keluar dari bisnis apa pun, dan kami akan terus mengejar kerjasama lisensi di mana kami memberikan banyak input kreatif," ujar Pitaro. "Tetapi ini adalah mengurangi dua kali lipat prioritas dalam mobiledan langkah untuk berfokus lebih banyak dalam prioritas-prioritas inti."
Dalam laporan keuangannya baru-baru ini, Disney mengungkapkan bahwa pendapataan Disney Interactive meningkat sebanyak 38% di kuartal pertama 2014, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

14 Game Paling Ditunggu 2014


2013 telah menandai peralihan industri game dunia pada babak berikutnya dan 2014 pun tampak menjanjikan kelanjutan dari itu. Pasalnya, pada tahun ini kita akan benar-benar masuk pada generasi konsol terkini dan melihat langsung bagaimana performa PlayStation 4 dan Xbox One akan membawa gaming lebih jauh dibandingkan generasi pendahulunya. Akan tetapi, industri game nyatanya tidaklah hanya menyoal tentang persembahan teknologi konsol yang baru. Bagi gamers, inovasi tentu akan senantiasa diharapkan hadir dalam tiap game apapun platform-nya.
Seiring dengan perkembangan yang ada, beberapa tren pun turut bermunculan. Salah satunya adalah rilisnya beberapa judul yang hanya menawarkan mode multiplayer online saja. Tiga judul yang berada dalam daftar kami adalah TitanfallDestiny dan Evolve. Kemudian, genre survival horror yang sudah lama 'absen' akan mencoba untuk kembali memikat gamers. Apakah The Evil Within dan Alien: Isolation akan sukses dalam hal itu? Oh, dan yang tak ketinggalan adalah bertambah banyaknya game yang ikut terpengaruh konsep open world, hingga bahkan menjadikan Metal Gear Solid V: Ground Zeroes sebagai salah satunya.
Tanpa panjang lebar, yuk kita intip 14 game pilihan VGI untuk 2014:
Castlevania: Lords of Shadow 2MercurySteam
PC, PlayStation 3, Xbox 360
25 Februari 2014
Konami tentu bukan cuma tentang MGS dan PES. Tidak hanya melulu kedua franchise itu, Castlevania merupakan salah satu serial yang dicintai dari publisher satu ini. Dan 2014 segera mengantarkan fans kembali pada kelanjutan nasib Gabriel Belmont dalam Castlevania: Lords of Shadow 2. Setelah judul pertamanya yang sukses melakukan reboot terhadap Castlevania dengan cukup mengesankan, sekuel ini akan membawa ceritanya pada akhir dari Lords of Shadow saga.
Sementara kelanjutan cerita menjadi nilai utama yang dicari para fans, MercurySteam selaku developer juga telah mempersiapkan beberapa peningkatan di dalamnya. Lords of Shadow 2 menjanjikan tampilan yang tak lagi fixed camera dan elemen open world yang membuatnya dapat dieksplorasi gamers lebih jauh. Selain itu, cerita kali ini tak hanya akan berlangsung pada latar yang medieval, melainkan juga pada masa sekarang. Cukup berhasil membuat fans penasaran akan arah yang dituju, tampaknya.

ThiefEidos Montreal
PC, Xbox 360, Xbox One, PS3, PS4
25 Februari 2014
Thief merupakan franchise yang sudah memiliki basis penggemarnya sendiri. Lahir pada 1998, judul ini terhenti pada 2004 silam dengan game-nya yang ketiga, Thief: Deadly Shadows. Sepuluh tahun sejak itu, Square Enix akan mengulangnya kembali, dalam artian reboot bersama developer Eidos Montreal. Uniknya, reboot ini dirasakan akan seperti Dishonored, meskipun judul itu sendiri sempat disebut-sebut akan menjadi penerus Thief.
Dalam reboot judul klasik ini, gamers adalah Garrett, seorang master thief yang harus mencuri dari orang kaya. Seperti judulnya - Thief yang berarti pencuri - game ini lebih berfokus pada stealth daripada kekerasan. Kamu dapat memanfaatkan lingkungan di sekitar untuk membantu proses penyelesaian misi, serta memilih jalan yang akan ditempuh. Sebagai tambahan, Garrett juga bisa membeli berbagai peralatan yang bisa membantu proses pencurian.

TitanfallRespawn Entertainment
PC, Xbox 360, Xbox One
11 Maret 2014
Rasanya tak perlu pikir panjang untuk memasukkan Titanfall ke dalam daftar game paling diantisipasi tahun ini. Lahir dari tim bentukan mereka yang pernah membesarkan nama Infinity Ward dan Call of Duty, Respawn Entertainment berangkat dengan konsep yang sangat menjanjikan. Siapa yang tidak tertarik dengan robot raksasa?
Dengan mengusung kembali genre FPS (first-person shooter), Titanfall memperkenalkan pada para gamer senjata futuristik berupa robot raksasa yang disebut Titan. Pertempuran akan dilakukan dari balik kemudi Titan dan di luarnya dengan memanfaatkan kemampuan free-running yang dikuasai para pilot. Gameplay dengan aksi yang intens dan bertempo cepat adalah esensi yang dijanjikan game ini sekaligus menjadikannya sebuah FPS yang lain daripada yang lain.

Metal Gear Solid V: Ground ZeroesKojima Productions
PlayStation 3, Xbox 360, PlayStation 4, Xbox One
18 Maret 2014
Rilis Metal Gear Solid di tiap generasinya memang selalu jadi fenomena tersendiri. Cerita yang mendalam dan penokohan yang kuat, dibalut dengan gameplay yang solid dan sinematisasi yang apik, adalah alasan yang menjadikan karya Hideo Kojima ini sebuah masterpiece. Dengan rencana debut PS4, Xbox One, PS3, dan Xbox 360 bulan depan, Metal Gear Solid V: Ground Zeroes pun siap menjadi hit di 2014, meski ini barulah sekedar pengantar sebelum judul utamanya, Metal Gear Solid V: The Phantom Pain.
Ground Zeroes menempatkan gamers kembali dalam peran Snake, sekaligus pada sebuah peristiwa besar yang harus dilalui sang prajurit legendaris. Lebih dari cerita yang bakal berperan vital dalam kronologi Metal Gear, game ini juga menjanjikan transformasi baru gameplay yang kini dikemasnya secara open-world. Sebuah Metal Gear Solid yang menawarkan lebih banyak kebebasan dalam aksinya dan sinematisasi luar biasa pada tingkat berikutnya.
Murdered: Soul Suspect
Airtight Games
PC, Xbox 360, PS3
Juni 2014
Pertama kali diperkenalkan tahun lalu, Murdered: Soul Suspect adalah sebuah game action-adventure keluaran Square Enix dan dikembangkan oleh Airtight Games, studio di balik Quantum Conundrum. Dalam game ini, gamers diperkenalkan dengan Ronan O’Connor, seorang hantu detektif yang harus memecahkan kasus pembunuhan yang menimpa dirinya sendiri. Terjebak di limbo yang disebut Dusk, ia tidak akan dapat beristirahat dengan tenang sampai ia menemukan pembunuhnya.
Sebagai hantu, Ronan O'Connor akan dilengkapi oleh kekuatan supernatural, seperti merasuki atau membaca ingatan orang-orang. Di saat yang sama, Dusk juga dipenuhi kekuatan jahat yang terus mencoba menghentikan sang tokoh utama.

Watch_DogsUbisoft Montreal
PC, Xbox 360, Xbox One, PS3, PS4, Wii U
Q2 2014
Gamers pasti sudah tidak asing lagi dengan Watch_Dogs. Pertama kali diumumkan pada 2012, game open-worlddari Ubisoft ini awalnya direncanakan akan dirilis tahun lalu. Namun menjelang rilisnya itu, Ubisoft harus mengumumkan bahwa mereka terpaksa menundanya sampai tahun ini.
Watch_Dogs memperkenalkan Aiden Pearce, seorang hacker yang dapat mengendalikan seluruh jaringan perangkat elektronik di kota Chicago hanya dengan sebuah smartphone. Game ini juga menghadirkan modemultiplayer yang unik dimana gamers dapat masuk dan melakukan interaksi di sesi sesama gamer lainnya.

DestinyBungie
PlayStation 3, PlayStation 4, Xbox 360, Xbox One
9 September 2014
Bungie tak dipungkiri telah dikenal sebagai developer yang menciptakan salah satu FPS bertema sci-fi terfavorit,Halo. Dan selepas eksplorasinya dengan Master Chief, Bungie tampaknya siap memulai petualangan di semesta baru yang dijudulinya Destiny. Tampilan FPS nyatanya tidak akan menjadikannya sebuah FPS konvensional.Destiny menjanjikan di dalamnya beberapa elemen yang membuatnya menyerupai sebuah MMO. Lebihnya lagi, Bungie cukup menekankan bahwa dunia dalam Destiny akan ‘hidup’ guna menghasilkan pengalaman bermain yang dinamis bagi para gamer. Rasanya benar-benar tak sabar menantikan datangnya 9 September 2014.

EvolveTurtle Rock Studios
PC, Xbox One, PS4
Q3 2014
 Evolve
Game yang dikembangkan oleh Turtle Rock Studios, studio di balik Left 4 Dead ini tadinya akan dirilis oleh THQ, tetapi sekarang akan dirilis oleh 2K Games setelah asetnya dijual. Meski detil masih langka saat ini, dalamEvolve, empat orang hunter harus bekerjasama untuk melawan monster raksasa yang juga dikendalikan oleh satu pemain lain. Setiap hunter dan monster memiliki kemampuan unik yang beragam. Gampangnya, konsep game ini bak menyerupai Monster Hunter, tetapi dengan satu pemain yang bisa menjadi monsternya.

The Order: 1886Ready at Dawn
PlayStation 4
Q3 2014
Diperkenalkan melalui sesi Sony di E3 tahun lalu, The Order: 1886 adalah salah satu judul yang terkesan menjanjikan untuk PS4. Tampak apik secara sinematik, game ini merupakan IP baru yang sedang dalam penggarapan oleh Ready at Dawn, developer yang sebelumnya telah mencatat prestasi baik dengan beberapaGod of War PSP. Kini, The Order: 1886 akan menandai kiprah perdana Ready at Dawn di PS4, sekaligus dalam penanganan sebuah judul konsol yang benar-benar baru.
Alkisah, dalam The Order: 1886, manusia dihadapkan dengan ancaman makhluk-makhluk misterius yang menebar kengerian di masa itu. Pertarungan melawan makhluk-makhluk yang sebelumnya telah lebih dulu dilakukan King Arthur dan Knights of the Round Table, pun siap dilanjutkan oleh prajurit-prajurit yang merupakan garis keturunan para ksatria legendaris.
Alien: Isolation
The Creative Assembly
PC, Xbox 360, Xbox One, PS3, PS4
Q4 2014
Meski Sega telah merilis Aliens: Colonial Marines yang membuat banyak gamers kecewa, sepertinya mereka masih belum menyerah dengan franchise yang satu ini. Dikembangkan oleh The Creative Assembly, studio di balik seri Total WarAlien: Isolation akan menghadirkan suasana horor seperti dalam film Alien yang pertama.
Gamers akan mengendalikan Amanda Ripley, anak dari Ellen Ripley, di sebuah stasiun luar angkasa demi mencari ibunya. Sialnya, di sana ia malah berhadapan dengan teror sosok alien Xenomorph dan harus melarikan diri dari ancamannya.

Bayonetta 2Platinum Games
Wii U
2014
Setiap tahunnya, game keluaran Platinum Games tak dipungkiri merupakan satu hal yang paling VGI tunggu-tunggu datangnya. Sejauh dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir ini, Platinum adalah developer Jepang dengan catatan paling memuaskan dalam menghasilkan judul-judul bertema action/hack & slash. Dihuni oleh para pembuat game kenamaan yang memang pakar di bidangnya, Platinum selalu tahu apa yang diinginkan para penyuka action ala Jepang.
Setelah Metal Gear Rising: Revengeance dan The Wonderful 101 yang cukup difavoritkan dari 2013, 2014 akan menjadi saatnya para si cantik nan seksi Bayonetta kembali menyapa para gamer. Apabila gamers telah mencintai Bayonetta sejak pertama kalinya, maka Bayonetta 2 tak diragukan akan tetap menjadi satu yang ditunggu. Ekspektasikanlah lagi hadirnya aksi-aksi yang bombastis, combo yang luar biasa, Witch Time, dan tentunya, pesona sensual sang heroine itu sendiri. Oh ya, dan debut sekuel ini di Wii U pun akan menambahkanmultiplayer di antaranya.

The Evil WithinTango Gameworks
PC, Xbox 360, Xbox One, PS3, PS4
2014
Dalam beberapa tahun terakhir, produksi genre survival horror sangat lesu. Bahkan, kebanyakan franchise-nya berpindah haluan menjadi action horror. Melihat hal ini, 'Bapak Resident Evil' yaitu Shinji Mikami mencoba kembali menghidupkan genre tersebut melalui game terbarunya, The Evil Within. Dalam game ini, gamers akan mengendalikan detektif Sebastian Castellanos yang terjebak dalam bangunan penuh kengerian. Ia harus mengungkap misteri di balik apa yang tengah terjadi sekaligus menghadapi sendiri rasa takutnya.

Super Smash Bros.Sora Ltd., Namco Bandai Games
Wii U, 3DS
2014
Penjualan Wii U yang lemah membuat Nintendo merugi dengan angka besar. Dikatakan bahwa salah satu alasan penjualan Wii U yang lemah adalah karena tidak adanya game. Oleh karena itu, saat ini Nintendo sedang mempersiapkan satu entri terbaru Super Smash Bros. untuk Wii U dan 3DS. Game ini memang masih banyak menyimpan misteri, tetapi dengan karakter-karakter yang menarik seperti Mega Man, Villager dari Animal Crossing, dan Wii Fit Trainer, sepertinya Super Smash Bros. akan tetap seru dan fun seperti sebelumnya.

The Witcher 3: Wild HuntCD Projekt RED
PC, PlayStation 4, Xbox One
2014
The Witcher 2: Assassins of Kings telah menjadi salah satu judul yang dipuji-puji para pecinta action-RPG Barat bernuansa open world. Hal itu jelas menjadikan tugas The Witcher 3: Wild Hunt lebih berat dalam memuaskan para fans. Dan bagusnya, tantangan demikian tampak dijawab CD Projekt RED yang semakin ambisius dalam mengembangkannya. Bayangkan saja, Wild Hunt tidak ingin tanggung-tanggung untuk menjadi penutup kisah Geralt. Game ini berambisi menghadirkan latar yang 30 kali lebih besar dari judul pendahulunya dan 20% lebih besar dari Skyrim. Sebuah RPG Barat dengan open world terbesar yang pernah ada sejauh ini.



Tema geek terus mendominasi Hollywood. Kesuksesan film superhero, materi pop culture dan animasi telah mengubah cara berpikir industri perfilman. Tren inipun terus berlanjut pada tahun ini. Marvel akan memimpin tema superhero dengan empat film sekaligus, lalu diikuti dengan adanya reboot dan beberapa sekuel yang juga ikut meramaikan.
Di luar film-film Hollywood, ada satu karya dalam negeri yang pantas untuk diperhitungkan, yakni The Raid 2: Berandal. Bukan cuma karena merupakan kelanjutan dari The Raid yang berhasil menggapai sukses di kancah nasional dan internasional, tetapi kesan pertama para penonton Sundance di awal tahun ini juga menjadi perhitungan.
Jadi, apa saja film yang pantas ditunggu di tahun ini? Berikut 14 film pilihan VGI:
The Raid 2: BerandalGareth Huw Evans
Iko Uwais
28 Maret 2014
Tahun 2011 mencatat sebuah kesuksesan tersendiri bagi Gareth Huw Evans, seorang sineas yang lebih senang menyebut dirinya sebagai anak Betawi itu. Berkat The Raid, yang awalnya dijuduli Serbuan Maut, mata dunia pun terbuka akan kefasihan Indonesia dalam mengusung aksi laga di layar lebar yang tak tanggung-tanggung melalui basis pencak silat.
Di akhir Maret nanti, The Raid 2: Berandal akan melanjutkan sukses film pertamanya dengan lebih memforsirkan aksi laga yang jauh lebih greget dibandingkan sebelumnya sekaligus memperluas universe dari sebuah kisah, yang mengikuti perjalanan seorang polisi muda bernama Rama demi membersihkan kotanya dari segala kejahatan yang nyatanya bermuara dari kekorupan para petinggi negaranya.

Captain America: The Winter SoldierAnthony & Joe Russo
Chris Evans, Scarlett Johansson, Robert Redford, Samuel L. Jackson
4 April 2014
Marvel akan kembali berjaya di 2014. Bukan hanya karena mereka tidak memiliki saingan dari kubu DC saja, namun sepanjang musim panas nanti akan ada empat film bertema superhero yang datang dari mereka. Pertama dalam jadwal adalah Captain America: The Winter Soldier. Dua tahun setelah kejadian di The Avengers, Steve Rogers masih juga kesulitan untuk beradaptasi dengan kehidupan di zaman modern. Setelah berhasil menguak sebuah misteri yang dapat mengancam perdamaian global, bersama Natasha Romanoff alias Black Widow dan The Falcon, Captain America akan menghadapi seorang lawan tangguh yang tidak disangka-sangka, yaitu Winter Soldier.
Marvel Studios mempercayai film ketiga dalam “Phase 2” ini kepada The Russo Brothers – Joe dan Anthony. Meskipun belum memiliki banyak pengalaman di dunia perfilman Hollywood, kolaborasi kakak beradik ini sudah memiliki reputasi yang baik di dunia televisi. Chris Evans, Scarlett Johansson dan Samuel L. Jackson akan kembali memerankan karakter mereka masing-masing bersama beberapa pendatang baru, seperti Anthony Mackie dan Robert Redford.

The Amazing Spider-Man 2Marc Webb
Andrew Garfield, Emma Stone, Jamie Foxx, Dane DeHaan
2 Mei 2014
Marc Webb sedang menyiapkan sesuatu yang besar. Dunia yang ia bangun tidak hanya akan berakar ke dua buah sekuel – TASM 3 dan TASM 4 – tetapi juga dua spin-off yang berfokus pada para villain, yaitu Venom dan The Sinister Six. Dan semua itu dimulai dari The Amazing Spider-Man 2 ketika Peter Parker mulai mengungkap misteri yang ditinggalkan ayahnya, sekaligus harus berhadapan dengan Electro, Rhino dan Green Goblin. Uniknya, mereka semua memiliki satu akar yang jadi persamaan, yaitu Oscorp.
Tentu saja Andrew Garfield dan Emma Stone akan kembali. Kesuksesan mereka dalam memerankan Peter Parker dan Gwen Stacy dalam cerita yang lebih emosional akan menjadi pondasinya. Columbia Pictures juga mendatangkan beberapa sosok ternama untuk mengangkat peran penting, yaitu Jamie Foxx, Dane DeHaan, Paul Giamatti dan Chris Cooper.

GodzillaGareth Edwards
Aaron Taylor-Johnson, Bryan Cranston, Elizabeth Olsen
16 Mei 2014
Usai membungkam kegagalan Hollywood demi mengadaptasi kadal raksasa kesayangannya di 2004 silam melalui Godzilla: Final Wars, yang juga menandai 50 tahun perjalanan atas salah satu franchise legendaris di genre kaiju tersebut, Toho sepertinya mengindikasikan bahwa mereka telah menyudahi kisah Godzilla.
Untungnya, berkat salah satu sutradara senior yang pernah menggarap Godzilla, Yoshimitsu Banno, dan hubungannya yang secara tak langsung dengan Legendary Pictures, kadal raksasa itu bisa kembali dibangkitkan di tahun ini. Diarahkan oleh Gareth Edwards (Monsters), reboot atas Godzilla ini tampaknya akan berupaya untuk tampil realistis sembari mengangkat sisi dramatis dari makhluk-makhluk yang jauh lebih kecil darinya, para manusia.

X-Men: Days of Future PastBryan Singer
Hugh Jackman, James McAvoy, Michael Fassbender, Peter Dinklage, Ian McKellen, Patrick Stewart
23 Mei 2014
Kinerja Bryan Singer dalam mengadaptasi universe X-Men dapat dikatakan berhasil melalui dua film awal darifranchise tersebut. Sayangnya, judul-judul X-Men selepas itu terbilang tak mampu menyamai prestasi yang sama. Lain halnya yang terjadi kala Matthew Vaughn diserahi mandat untuk mengerjakan reboot/prekuel atas franchisetersebut. YepX-Men: First Class membuktikan bahwa kaum mutan masih memiliki taji di layar lebar tanpa melupakan bobot cerita.
Kini kembali ditangani oleh Singer, X-Men: Days of Future Past adalah kelanjutan yang ambisius. Melibatkan hampir seluruh mutan yang pernah ada dalam franchise adaptasi tersebut dengan sebuah twist yang menembus waktu. Bisakah mutan tetap eksis ke depannya?

Edge of TomorrowDoug Liman
Tom Cruise, Emily Blunt
6 Juni 2014
Sepertinya, Tom Cruise sedang jatuh hati dengan genre science fiction di belakangan waktu ini. Proyek terbarunya adalah sebuah film yang diangkat dari sebuah light novel terbitan Jepang, All You Need is Kill. Selanjutnya dijuduli sebagai Edge of Tomorrow, kisah ini akan menempatkan Cruise sebagai staf militer tak berkemampuan perang yang diharuskan terjun ke medan perang demi menghadapi alien.
Tak pelak, dirinya tewas. Selesai hingga di situ? Tidak, dirinya kembali terbangun dan mesti terjun ke medan perang lagi... untuk tewas. Lagi, dan lagi. Twist-nya adalah pada tiap kali kembali terbangun, dirinya memiliki kemampuan yang lebih meningkat dibandingkan sebelumnya. Namun, akankah kejadian ini terus terulang tanpa henti?

How to Train Your Dragon 2Dean DeBlois
Jay Baruchel
13 Juni 2014
Empat tahun berselang, akhirnya 20th Century Fox akan merilis How to Train Your Dragon 2 sebagai bagian kedua dari trilogi. Kisah ini mengambil waktu lima tahun setelah Hiccup dan Toothless pertama kali. Kini keduanya akan berpetualang ke wilayah baru di luar Pulau Berk yang membawa mereka ke sebuah gua es rahasia. Ternyata gua itu adalah rumah bagi ratusan jenis naga baru dan Dragon Rider yang misterius.
Sekuel ini akan diarahkan oleh co-director film pertama, Dean DeBlois. Tanpa adanya persaingan dari Pixar atau Walt Disney Animation, How to Train Your Dragon 2 otomatis menjadi animasi unggulan di 2014.

Dawn of the Planet of the ApesMatt Reeves
Andy Serkis, Gary Oldman, Jason Clarke
11 Juli 2014
Delapan tahun setelah Rise of the Planet of the Apes, Caesar terus memimpin kebangkitan para kera yang sudah mengalami evolusi secara genetik untuk mengikis dominasi manusia di Bumi. Meskipun kedua kubu sempat mencapai perdamaian, namun hal itu hanya berlangsung sebentar. Itulah premis Dawn of the Planet of the Apes secara singkat. Setelah kesuksesan film pertamanya pada 2011 silam, sekuel ini mengalami cukup banyak perubahan, seperti masuknya Matt Reeves menggantikan Rupert Wyatt sebagai sutradara dan bergabungnya Gary Oldman untuk memerankan tokoh utama di kubu manusia. Meskipun begitu, Andy Serkis tetap akan mencoba untuk memimpin para kera mendominasi box office.

Guardians of the GalaxyJames Gunn
Chris Pratt, Zoe Saldana, Dave Bautista, Vin Diesel, Bradley Cooper
1 Agustus 2014
 
Star Lord? Gamora? Drax? Groot? Rocket Raccoon? Kami yakin kelima nama itu masih asing di kuping kalian. Mereka adalah Guardians of the Galaxyfranchise terbaru dari Marvel Studios yang akan meramaikan lini Marvel Cinematic Universe. Melihat dari popularitasnya, memang cukup mengagetkan ketika proyek ini diumumkan. Namun, itu tidak menghentikan Kevin Feige dan sutradara James Gunn untuk membawamu berpetualang di luar angkasa.
Guardians of the Galaxy memiliki kombinasi bintang yang baik, mulai dari yang sedang naik daun hingga sudah punya nama. Sebut saja Chris Pratt, Zoe Saldana, Dave Bautista, Lee Pace, serta Vin Diesel, Bradley Cooper, Glenn Close hingga Benicio del Toro. Ditambah dengan track-record Marvel Studios, film yang satu ini sangat pantas untuk ditunggu-tunggu.

Rurouni Kenshin: The Great Kyoto Fire ArcKeishi Otomo
Takeru Satoh
1 Agustus 2014
Tak pelak, Rurouni Kenshin adalah salah satu judul manga yang populer dan memiliki fanbase dalam jumlah besar di Tanah Air. Pun dengan hadirnya versi anime yang dilokalisir dengan judul Samurai X, sempat diputar rutin di salah satu stasiun TV swasta. Tahun 2012 telah menjadi ajang unjuk diri bagi judul itu dalam format live-action di layar lebar, yang nyatanya meraih sukses besar di berbagai belahan dunia, khususnya Asia.
Sebuah fenomena yang tak dapat dipungkiri, bahkan membuat pihak studio berniat melanjutkannya dengan tak hanya satu, melainkan sekaligus dua sekuel di tahun ini. Diawali dengan The Great Kyoto Fire Arc, sekuelnya akan mengadaptasi salah satu arc terpopuler, yang berkisah tentang sepak terjang Juppongatana.

Teenage Mutant Ninja TurtlesJonathan Liebesman
Megan Fox, Danny Woodburn, William Fictner, Pete Ploszek, Alan Ritchson, Noel Fisher, Jeremy Howard
8 Agustus 2014
 
Michael Bay dan alien. Itu adalah dua topik yang sempat membuat penggemar Teenage Mutant Ninja Turtlespanas ketika mengetahui bahwa kisah origin ini akan diproduseri oleh sutradara Transformers dengan kabar bahwa Leonardo, dkk akan dikisahkan sebagai alien. Meskipun begitu, film ini tetap pantas untuk ditunggu. Siapa tahu Bay bisa mempersembahkan reboot yang setara dengan film pertama Transformers. Tidak buruk, kan?

InterstellarChristopher Nolan
Matthew McConaughey
7 November 2014
Di antara khalayak penonton, siapakah yang belum mengenal Christopher Nolan di saat ini? Mengawali kiprah penyutradaraannya dengan film-film serius yang menelusuri sisi psikologis dari karakter-karakternya, Nolan meraih popularitasnya di hadapan para penonton mainstream melalui adaptasi atas salah satu karakter komik paling ikonik sepanjang masa, Batman.
Seperti halnya Inception, karya terbarunya yang dijuduli Interstellar ini juga ditutupi dengan rapat menyoal detil-detilnya. Yang diketahui saat ini, Interstellar akan melibatkan keberadaan wormhole dan sebuah perjalanan yang menembus batas-batas pengetahuan, yang selama ini dipegang oleh para ilmuwan. Film ini mungkin bakal menjadi semacam teori yang baru dari Nolan atas ruang angkasa.

The Hunger Games: Mockingjay Part 1Francis Lawrence
Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, Liam Hemsworth
21 November 2014
 
Adaptasi novel remaja, atau lebih kerennya disebut young adult, belakangan terbilang sepi dari antusiasme paska ditamatkannya serial Harry Potter dan Twilight Saga. Menyelip di antaranya adalah The Hunger Games, yang mengangkat isu politik sebuah pemerintahan di setting dystopia dan pemberontakan yang disulut oleh kaum remaja melalui mata seorang gadis bernama Katniss Everdeen.
Setelah film pertamanya yang sudah cukup bagus, The Hunger Games: Catching Fire melalui pengarahan Francis Lawrence nyatanya mampu menorehkan diri dalam sejarah perfilman sebagai salah satu sekuel yang jauh lebih baik dari film sebelumnya. Dengan ending yang penuh bara, kita bakal melihat Katniss yang akan 'terbang lebih tinggi' ke depannya.

The Hobbit: There and Back AgainPeter Jackson
Ian McKellen, Martin Freeman, Richard Armitage, Benedict Cumberbatch
17 Desember 2014
 
Peter Jackson akhirnya akan menutup trilogi Middle-Earth keduanya dengan The Hobbit: There and Back Again. Film ini akan langsung melanjutkan kejadian pada akhir The Desolation of Smaug, sesudah Bilbo Baggins dan para 13 Dwarf berhasil mengusir Smaug sang Naga dari Kerajaan Erebor. There and Back Again menarik bukan saja karena ini adalah puncak dari sebuah trilogi yang epic dari Peter Jackson. Namun dikatakan juga bahwa sang sutradara telah menambahkan sejumlah elemen baru yang akan menjembatani The Hobbit dan The Lord of the Rings.


Fenomena si Burung 'Flappy'


Rasanya hampir tidak ada yang membuat Flappy Bird tampak cukup istimewa di mata gamers umumnya. Di tengah perhatian gamers yang sedang tertuju pada the latest-gen consoles, game ini amatlah sederhana, bahkankelewat sederhana. Tampilan retro yang ala kadar, obyek berupa pipa yang familiar, dan gameplay tak berujung yang umum ditemukan pada game smartphone. Menjadi populer sepertinya tidak pernah terbesit sama sekali dalam benak Dong Nguyen, seorang pembuat game asal Vietnam yang belakangan ini ramai diperbincangkan lantaran burung ciptaannya.
Dibilang baru sebenarnya nggak juga. Flappy Bird sudah ada di iOS dan Android semenjak pertengahan tahun lalu. Hanya saja, game ini baru benar-benar menyentuh puncak popularitasnya dalam hitungan beberapa minggu terakhir. Reaksi yang berlebihan? Mungkin. Entah darimana dan siapa pula yang memulainya, segala posttentang Flappy Bird benar-benar menjadi tren yang melanda social media. Mulai dari bahasan tentang game itu sendiri, skor, video sampai dengan meme-meme yang sekedar menjadikannya bahan lucu-lucuan. Lebihnya lagi,update terkait itu terus membanjiri timeline dalam waktu yang relatif singkat, yang kontan mengartikan betapahappening-nya si burung dower ini.
Nguyen mungkin tak pernah menyangka, betapa kekuatan socmed yang luar biasa besar bakal dialaminya sendiri. Padahal, fenomena Flappy Bird bukanlah pertama kalinya socmed menunjukkan pengaruhnya terhadapbooming suatu judul game, meski tak dipungkiri, potensi ‘meledak’ di dunia maya ini cenderung lebih dapat dialami mobile game. Alasannya sih cukup jelas, mobile game punya jangkauan yang sangat luas dengan basis seluruh pemilik smartphone di muka Bumi, tak pandang tua maupun muda, tak peduli cowok ataupun cewek. Sebelum inipun, kita sudah punya burung lain yang sempat ngetop lebih dulu, yakni Angry Birds, dan Candy Crush Saga yang (menurut sebagian orang) adiktif.
“Susah!” adalah satu kata yang mendefinisikan mengapa game mobile ini bisa begitu dikenal dunia dalam sekejap. Atau mungkin dua kata deh, “Beneran susah!” Tujuan bermain game yang harusnya untuk melepas stress sama sekali tidak berlaku buat game satu ini, karena yang ada malahan gamers dibuatnya makin stress. Memainkannya pun tidak butuh skill tertentu, selain dari kesabaran dalam mengontrol emosi. Kalau tidak, kejadian yang seperti ini pastinya takkan terhindarkan. Poor smartphone...
Dalam Flappy Bird, kita memainkan seekor burung yang harus terbang mengepakkan sayapnya dalam sebuah perjalanan yang (kelihatannya) tidak ada ujungnya. Sama sekali tidak ada antagonis atau makhluk yang mencoba iseng untuk merintangi perjalanan, selain dari pipa-pipa yang menyerupai warp pipe-nya Mario. Entah bagaimana ceritanya pipa-pipa itu turun dari langit atau kenapa si burung harus repot-repot terbang di antara pipa-pipa yang dibuat sedemikian rupa. Yang pasti, pipa-pipa itu memang ngeselin... Titik.
Kontrol si burung dilakukan dengan melakukan tap berulang-ulang pada touch screen. Tapi awas, untuk melewati setiap celah dibutuhkan timing yang sesuai dan pas. Menekan touch screen terlalu cepat akan membuat si burung langsung menabrak pipanya, sedangkan kalau terlalu lama, malah dia akan terlanjur jatuh. Alhasil, konsentrasi dan kesabaran ekstra pun berperan penting. Kalau tidak, yah siap-siap aja mendengar suara bak terkena hadoukenBugh!

Lantas, apakah itu aja yang mengantarkan Nguyen pada popularitasnya sekarang? Apabila memang hanya susah yang dicari, seharusnya Demon’s Souls dan Dark Souls sudah sepopuler atau mungkin lebih populer dari ini, bukan? Akan tetapi, di samping dari susah bercampur frustasi yang kini tak hanya menjamah gamers konsol, sistem high score nyatanya juga berpengaruh besar dalam mempopulerkannya. Sementara mungkin tidak banyak gamers yang benar-benar menikmati demam ini, tak dipungkiri pula betapa banyak orang yang memainkannya sekedar untuk kesenangan beradu skor di antara lingkungan teman/sosial, yang mana hal ini bisa jadi belum tentu dapat dilakukan dengan game lain.
Tak diragukan, fenomena ini akan kembali mengingatkan industri dengan pengaruh socmed yang sebesar sekarang. Seiring kita berceloteh di dunia maya membahasnya dari beberapa waktu lalu, Nguyen telah berhasil meraup sebanyak $50.000 per harinya atas iklan-iklan yang muncul dalam Flappy Bird. Tapi itu tak mutlak mengartikan sukses yang sama pasti akan dialami oleh tiap permainan sesederhana ini. Nguyen beruntung berkat apa yang memang ingin dilakukannya, yaitu membuat game. Dan atas apa yang telah dilakukannya, publiklah yang melambungkan namanya.
Meski telah mengantongi nominal yang sama sekali tidak sedikit berkat game buatannya, menariknya, pria 29 tahun ini tetap bulat dengan keputusannya mencabut Flappy Bird dari peredaran. Sedikit dirasa miris mungkin. Publik yang membesarkannya, dan kelihatannya, publik juga yang berandil besar dalam mempengaruhi keputusannya ini.
Flappy Bird dirancang untuk dimainkan selama beberapa menit ketika Anda bersantai. Tapi ini nyatanya malahan jadi produk yang adiktif. Saya rasa itu merupakan sebuah masalah. Untuk memecahkan masalah ini, cara paling tepat adalah dengan mematikan Flappy Bird. Sekarang [Flappy Bird] telah lenyap untuk selamanya,” ia mengungkap dalam sebuah wawancara.
Kini Flappy Bird tak lagi eksis di App Store dan Google Play. Meski terhitung telah hilang sejak awal pekan ini,Flappy Bird tetap menjadi bahan obrolan. Bukan karena game itu sendiri, melainkan lebih pada perilaku orang dalam menyikapinya. Bayangkan saja, smartphone-smartphone bekas dengan Flappy Bird bertebaran di eBaydengan harga tidak wajar dan game-game sejenis pun bermunculan. Jadi, apakah ini semata salah Nguyen dan burung ciptaannya?
Setiap pembuat game memang memiliki orientasinya sendiri dalam berkarya. Rasanya tidak ada yang salah dari seorang indie developer kecil untuk melakukan sesuatu yang ia bisa. Dan ketika seorang developer kecil mampu mencuri perhatian sebesar ini dengan kesederhanaannya, sudah sepatutnyalah para penggiat industri lain menjadi lebih terpacu untuk berkarya. Tentu, demi menghasilkan karya yang lebih baik, fresh, dengan tetap mengedepankan orisinalitas dan kreativitas di dalamnya.


Entah sudah berapa judul first-person shooter (FPS) yang dihasilkan industri dalam beberapa tahun terakhir. Genre ini tak dipungkiri telah mendulang banyak pemasukan bagi para publisher, hingga bahkan menjadikannya salah satu ide paling umum untuk digarap para game developer saat ini. Laku keras, memang. Seru pun jelas. Namun, suguhan yang cenderung monoton membanjiri pasar pastinya juga tidak selalu menyenangkan bagi setiap gamer. Untuk itu, ide-ide yang segar alhasil tetap dibutuhkan.
Salah satu di antaranya mungkin dengan mencemplungkan manusia dan ‘mesin perang’ raksasa dalam pertempuran intens yang terjadi di masa depan. Lebihnya, ide ini dicetuskan oleh Respawn Entertainment, studio yang didirikan Vince Zampella dan Jason West (telah hengkang) selepas perseteruan keduanya dengan Activision yang pernah mereka bantu besarkan lewat game-game Call of Duty andalannya. Setelah tren military first-person shooter yang pernah dipopulerkannya bersama Infinity Ward, apakah sukses sama akan dapat diraih Zampella dengan judul dan studio barunya?
Dengan kolaborasi EA selaku publisher-nya, Respawn memperkenalkan Titanfall, sebuah game baru yang menjanjikan aksi-aksi bombastis dan tampak mengedepankan elemen multiplayer-nya. Meski masih berkutat pada FPS sebagai genrenya, Titanfall tetaplah menarik. Awalnya mungkin dikarenakan oleh konsep berupa mekanisme raksasa disebut Titan yang nampak keren nan badass. Akan tetapi, nyatanya pesona Titanfall tidaklah hanya menyoal mech itu saja, melainkan bagaimana game ini bisa tetap terasa seru dan fun dengan pilot-pilot yang lincah dan berbekalkan kemampuan wall-running.
Untuk menjelaskan sensasi bermain Titanfall, kata-kata saja rasanya tidaklah cukup. Oleh karena itu, Respawn pun telah melangsungkan periode beta yang memperkenankan para gamer Xbox One dan PC untuk menjajal keseruannya sebelum resmi launching bulan depan. Sekarang, periode ini tidak hanya berjalan untuk mereka yang telah menerima beta code, tapi juga untuk gamers PC (Origin) yang telah mengajukan permohonan atasbeta code sebelum 15 Februari (4:00 PM PST) dan seluruh pemilik Xbox One.
“Kami memiliki kapasitas server yang terbatas untuk beta, tapi akan bagus halnya untuk mencapai batasan tersebut,” bunyi salah satu tweet Zampella menyangkut masa uji cobanya ini. Memang, mengingat permasalahan server yang belakangan ini kerap dialami paska rilis game tertentu, mengujikannya dengan partisipasi beta yang membludak tentu akan tepat untuk mengukur kemampuannya sebelum game ini dikomersilkan pada Maret mendatang.
Adapun melalui beta ini, gamers diperkenalkan dengan beberapa mode multiplayer-nya, yang dinamakan Attrition, Hardpoint Domination, dan Last Titan Standing. Apabila Attrition merupakan mode death match yang mendasar dalam Titanfall, maka Hardpoint adalah mode domination dimana kedua kubu yang berseteru harus memperebutkan tiga titik pada suatu map. Dan yang terakhir, Last Titan Standing merupakan death matchberbasis ronde dimana pemain akan memulai pertempurannya langsung di dalam Titan. Tidak hanya berisikan mode yang dapat dimainkan, beta ini juga memperlihatkan sejumlah gambaran atas apa yang akan dipersembahkan game penuhnya.
Dan dari apa yang dipertunjukkannya pada periode yang tengah berlangsung, Titanfall terbilang mampu memberikan impresi yang menjanjikan untuk para pecinta shooter.
“Sudah main FPS sejak jaman COD3Halo 2, dan semua COD seriesTitanfall membuat saya kembali mendapatkan feeling ‘fun’ bermain FPS sejak Call of Duty: Modern Warfare,” komentar Sun Lee, salah seorang rekan VGI yang juga telah berpartisipasi dalam periode ini. “Hampir semua unsur game FPS ada di Titanfall. Buat penggemar FPS khususnya multiplayer, sangat disarankan untuk mencoba Titanfall.”
Terdengar menjanjikan? Rencananya, beta ini akan berlangsung hingga tanggal 19 Februari. Untuk sementara, gamers dapat saksikan terlebih dulu serunya klip gameplay di atas. Titanfall akan debut di Xbox One dan PC pada 11 Maret 2014, dengan menyusul untuk Xbox 360 pada 25 Maret-nya.